Belajar dari Kasus Pak Mario (life’s not perfect)

grow-upTidak ada hidup yang sempurna, sangat baik, tertata rapih sesuai rencana yang disusun setiap hari. Ada saatnya segala yang kita siapkan, kita usahakan, kita prioritaskan, kita perjuangkan akan jatuh tersungkur, hancur, lebam, bundas, dedel duel, teng telecek ora karuan.

Perlu kita sadari bahwa tidak ada kondisi paling indah dari itu semua, You know why?

Tuhan sedang memperhatikan kita, melihat kita, mengamati kita dan sedang memberi kita kesempatan. Kesempatan untuk apa?

Perhatikan, jenjang pendidikan, seleksi perguruan tinggi dimanapun dibelahan dunia ini. Kalau ingin naik kelas, ujian harus kita lewati. Tidak mungkin tidak. Dalam menghadapi ujian kita dipaksa oleh orang tua untuk belajar, memulai lebih awal, tidur lebih malam, menahan diri untuk bermain keluar rumah, bersenang-senang, main game dll. Dengan harapan setelah ujian selesai kita lebih menguasai materi pembelajaran, mendapat nilai baik  dan siap untuk naik kelas. Continue reading

Advertisements

Kita Sudah Ada di Sini, Lanjutkan!!

Suatu hari di sebuah kapal yang akan berlayar. Semua penumpang dikagetkan karena seorang nenek-nenek terjatuh. Semua orang berusaha membantu dengan melemparkan pelampung, tapi ternyata nenek-nenek itu tidak bisa meraih pelampung yang dilemparkan tersebut.

Hingga akhirnya, seorang anak muda menceburkan diri kelaut dan menyelamatkan nenek-nenek tersebut. Anak muda tersebut berhasil menarik nenek tersebut, dengan kondisi ngos-ngosan. Para penumpang memberikan tepuk tangan bagi anak muda ini.
Setelah anak muda itu bisa mengatur nafasnya dia berteriak “Hoe, siapa yang dorong ane sampek jatuh?!?” dengan nada marah.

Ternyata anak muda itu didorong seseorang dari belakang, dan karena terlanjur terjatuh dan basah dia akhirnya menyelamatkan nenek-nenek tersebut.

~Ahok~

Continue reading

Tuhan Membawaku Sejauh Ini dan Bukan Untuk Meninggalkanku

Ane hari lalu lihat film d’Bijis, film lama tapi ada beberapa stage yang film ini bikin menyentuh. Salah satunya kata-kata yang sudah tak buat judul dari tulisan ini, ya

“Tuhan Membawaku Sejauh Ini dan Bukan Untuk Meninggalkanku”

Untuk beberapa orang memang gak akan terlalu berarti tapi buat Ane ini menyentuh banget.

“Coba kita bayangin sekarang kita udah berumur berapa tahun?”

“Nah, sekarang apa aja yang uda kita lakukan sampai umur saat ini?”

Misal!!

Ente uda mulai bisnis, tapi uda rugi sampek jual rumah mertua, mobil mertua dan hampir aja jual istri ente. Ente uda capek2 ngerjain semua ini, hujan2 ato panas2an ngerjain proyek, dimarahin bini ato pacar ente gara2 gak bisa datang pas ulang tahunnya…

Masak ente mau mundur?

Ente udah daftar kuliah, ortu ente uda ikhlasin ente buat merantau jauh dari rumah. Mereka nangis setiap malem karena kangen sama ente, berdoa tiap malem supaya ente sukses, kerja banting tulang buat bayar biaya kuliah ente setiap semester. Blom lagi pas ospek ente dikerjai sama kakak tingkat…

Trus ente ngerasa bosen dan bolos kuliah, males2an ngerjain skripsi.

Lalu ente mau mundur???

Terkutuk ente…!!

Ente uda di organisasi,

Diklat dan lain sebagainya. Gak tidur karena materi sampek malem. Kopi yang mestinya di minum uda alih fungsi pake’ cuci muka buat ngusir kantuk.

Kemudian ente mundur ditawarin jadi ketua organisasi karena takut repot.

MAHO ente…!!!

Kadang ada pertanyaan yang muncul dari otak ane yang bersih ini (karena gak pernah ane pake’), “Sapa yang bawa ane sejauh ini??”

TUHAN!!!

Ya, itu satu2nya jawaban yang ada dikepalaku. Orang tua ane cuma ngrelain ane keluar dari rumah bawa sepeda motor buat daftar ke Universitas, mereka berdoa untuk kesuksesan ane.

Sekarang ane uda sudah tiga tahun di Malang, berarti ane uda berjalan selama 3 tahun ini untuk ngejar cita2. Klo sampek ane mundur…

Klo sampek ane males…

MURTAD dah!!!

Karena klo ane sampek mundur, berarti ane ninggalin tuhan yang uda membawa ane sejauh ini. Padahal tuhan tidak akan meninggalkan hambanya yang kesusahan.

ANE YAKIN ITU!!!