5 Alasan Kenapa HARUS Pacaran Sama Anak Psikologi

menantu-idaman-adalah-sarjana-psikologi-1Konspirasi besar-besaran yang dimunculkan MALESBANGET.COM, mengenai statement salah (ada benernya sedikit) yang dimunculkan telah mendiskreditkan mahasiswa atau lulusan psikologi (untuk artikelnya bisa dibaca disini: 5 Alasan Kenapa Pacaran Sama Anak Psikologi Gak Enak).  Saya sebagai salah satu lulusan dari jurusan yang hampir mengimbangi praktek perdukunan, karena setiap orang yang tahu jurusan kami dia langsung memberikan statmen “Berarti mas/mbak bisa baca saya?”, ini adalah statment salah kecuali kalau dijidat kalian ada tulisan diskripsi kepribadian anda. Apalagi kalau sampai ada yang tanya nomer togel yang keluar atau besok yang menang Marquez apa Lorenzo, keterlaluan kalian.

Back to topic, kenapa kalian harus pacaran sama anak psikologi berikut alasan-alasannya:

1. Dia bisa menjadi power bank
Bisa kebayang punya motivator portable yang bisa dibawa kemana-mana? Para ahli psikologi ini belajar banyak mengenai motif dari manusia memunculkan sikap tertentu, mulai dari need teorinya Abraham Maslow sampai milik bapak psikologi Freud (bacanya “Froid”) yang super mesum. Pacar kalian seperti power bank yang bisa dibawa kemana-mana, dan siap dipakai (dipakai?!?) waktu batrei kalian habis.

2. Membantu menentukan pilihan
Bisa kebayang gak, waktu kalian belanja bareng terus kalian tanya “Sayang bajunya bagus yang mana? Yang merah atau yang biru?”. Terus pacar yang seorang psikolog menjawab “Super sekali pertanyaanya, coba kita lihat minds nya. Warna merah memberikan gambaran orang yang emosional dan penuh semangat.”
“Sedangkan warna biru membuat kamu terlihat lebih menenangkan, kuat dan bla..bla..bla…” Selanjutnya dia mengakhiri dengan mengatakan
“Itu!!” sambil tanganya menunjuk ke kalian.
Gimana, super sekali kan?

3. Dapat bocoran mengenai tes psikologi
Buat yang mau ngelamar kerja, pasti kalian juga akan melewati tahap psychotest, siapa lagi yang lebih paham dibanding kita yang anak psikologi. Walaupun tidak semua alat tes dapat dikadalin, paling tidak kita dapat sedikit bocoran. Terutama untuk alat tes proyektif seperti warteg dan HTP. Dan sedikit bocoran untuk mengakali papicostic, huehehehe.

4. Si dia lebih ngerti
Ya, iyalah. Kita anak psikologi 4 tahun (yang normal) bahkan sampai 7 tahun (yang abnormal) belajar tentang manusia. Si dia bisa membantu kalian untuk bercerita semakin banyak tentang masalah kalian dengan teknik konseling. Kalian akan merasa nyaman bercerita karena kita memang disiapkan menjadi tempat sampah buat yang ingin membuang masalahnya. Para sarjana psikologi ini memiliki kemampuan “pendengaran” yang kuat. Maksudnya, para psikolog ini dengan teknik konselingnya dilatih untuk mendengarkan. Disaat banyak teman kalian bukan lagi pendengar yang baik. Dari banyak mendengarkan inilah orang-orang psikologi jadi semakin mengerti kalian.
Bayangkan aja saat kalian mau tanya sesuatu “Sayang tau it…”
Belum selesai kalian ngomong “Ooh, jadi itu mentega kamu masukin dulu, diaduk sama telur, gula. Nanti kalau udah mengembang tambahkan pewarnanya. Setelah diaduk rata, masukkan kedalam oven dengan panas yang sedang selama 30 menit.”
“Okay, sayang makasih.”

5. Anda tidak mungkin “gila”
Istilah “gila” tidak ada dalam kamus psikologi. Jika kalian mengalami ganguan kejiwaan, dalam pengawasan seorang pacar yang lulusan psikologi kalian tidak pernah divonis “gila”. Tapi divonis Schizophrenia, Paranoia, Maniac depressive psychosis atau biar kayak artis yang kemarin sempat booming di youtube yaitu personality disorder. Keren gak tuh? istilahnya jadi kayak nama band metal.

Anak Psikologi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s